Pesonanusa, Jakarta | Kota Tua Jakarta adalah sebuah tempat wisata yang punya banyak sejarah dan pengetahuan zaman dulu.Tempat ini merupakan kawasan penting pada masa penjajahan kala itu. Kawasannya mencakup sebagian wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat, mulai dari pelabuhan Sunda Kelapa hingga Museum Bank Indonesia. Tempat wisata Jakarta  yang sering dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Pelabuhan Sunda Kelapa pada zaman dulu menjadi pelabuhan terbesar yang biasa digunakan untuk perdagangan internasional. Sedangkan untuk kawasan di sekitar museum Fatahillah dan museum Bank Indonesia tersebut menjadi salah satu pusat dari pemerintahan kolonial Belanda.

Pelabuhan Sunda kelapa

Sama halnya dengan kawasan kota lama yang ada di beberapa kota di Indonesia, Kota Tua Jakarta tersebut, kini dijadikan sebagai wisata sejarah yang menyimpan berbagai informasi yang berharga, terkait sejarah kota tersebut. Ada empat lima objek wisata yang wajib dikunjungi saat berada di tempat ini, yakni museum Fatahillah, pelabuhan Sunda Kelapa, museum Bank Indonesia, museum Seni Rupa dan Keramik, dan Toko Merah.

Gedung Museum Bank Indonesia

Sejarah wisata ini berawal dari kerajaan sunda yang ada pada tahun 932 dan 1579 Masehi, kemudian sekitar abad 14, kerajaan tersebut punya ibukota di Pakuan Pajajaran serta mempunyai dua kawasan pelabuhan utama yakni di Banten dan Kalapa.

Pelabuhan sunda kelapa ini diserang tentara Demak di tahun 1526 oleh Fatahillah, dan berubah namanya menjadi Jayakarta pada tahun 1527. Kota Jayakarta tersebut kemudian diserang VOC Belanda pada tahun 1619 oleh pimpinan Jan Pieters Zoon Coen. Pada tahun 1620, saat runtuhnya kota Jayakarta, Belanda membangun kota baru yang diberi nama Batavia, di sebelah sungai ciliwung kini pusat kotanya juga masih terlihat.

Orang Batavia ini kini dikenal dengan orang Betawi. Pasalnya orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran suku bangsa. Pada tahun 1635, Kota Batavia diperluas hingga kota Jayakarta yang hancur. Pembangunannya selesai pada tahun 1650, dan setelah pendudukan Jepan diganti namanya menjadi Jakarta pada tahun 1942

Jika Anda ingin ke tempat ini, Anda bisa berkunjung setiap hari 24 jam tentunya, tanpa dikenakan biaya apapun. Karena cakupannya yang cukup luas, harga tiket masuk kota tua Jakarta dibedakan dari setiap objek wisata Kota Tua Jakarta tersebut, namun harga tiketnya tetap terjangkau.

Untuk ke museum fatahillah, harga tiketnya sebesar 2.000 Rupiah, dan buka pada hari selasa sampai minggu pada jam 09.00 hingga 15.00 WIB, sedangkan ke pelabuhan sunda kelapa dikenakan 2.500 Rupiah setiap orangnya, dan buka 24 jam setiap hari. Museum Bank Indonesia bisa Anda kunjungi tanpa biaya pada jam 08.30 hingga 14.30 pada hari selasa sampai jumat, jam 09.00 hingga 16.00 pada hari sabtu dan minggu. Untuk ke museum seni rupa dan keramik dikenakan biaya 2.000 untuk dewasa, dan pelajar sebesar 1.000 Rpiah. Nuka pada hari selasa sampai minggu pada jam 09.00 hingga 15.00 WIB.

Bagi Anda yang ingin pergi ke tempat ini, maka harus tau lokasinya terlebih dahulu. Kota Tua ini terletak di Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Kota Jakarta Barat. Kini tempat ini berada di dua wilayah kotamadya, yakni Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Tempat ini merupakan cikal bakal dari Jakarta yang banyak menyimpan sejarah peninggalan masa lalu dari zaman penjajahan Belanda.

Berbatasan dengan pasar ikan, laut jawa, dan pelabuhan sunda kelapa di sebelah utaranya. Sebelah selatan berbatasan dengan jalan asemka, dan jembatan batu. Sebelah barat berbatasan kali krukut, serta pada sebelah timur berbatasan dengan kali ciliwung. Lokasinya memang sangat strategis. Jika Anda masih kesulitan menemukannya, bisa melihat lokasinya di google maps pada ponsel. Anda bisa ke tempat ini dengan berbagai transportasi, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Ingin pergi ke Kota Tua Jakarta ini? Langsung saja datang ke tempatnya, Anda bakal mempelajari sejarah Kota Jakarta di tempat ini.